17 Maret, 2009

Andrea Pirlo, Leonardo Sepakbola


Sosok pendiam yang menjdi jantung lini tengah Italia. Setelah Francesco Totti menyatakan pensiun dari tim nasional, kini peran Andrea Pirlo makin vital.

Gelandang AC Milan ini adalah kunci utama permainan Azzurri. Dijuluki sebagai metronome karena yang menentukan timing dan kecepatan tim. Ia adalah ‘Leonardo da Vinci-nya sepakbola’ karena permainannya yang inventif.

“Dia adalah Brasil tulen. Dia memiliki kepribadian dan inventif sebagai seorang playmaker. Ia bersedia mengorbankan diri demi kebaikan tim,” puji pelatih Portugal asal Brasil Luiz Felipe Scolari.

Namun, Anda tak bakal bisa mengorek banyak keterangan dari dia tentang peran utamanya di tim Azzuri. Pemain yang melakukan debut di Serie A bersama Brescia saat berusia 16 ini lebih dikenal sebagai sosok pendiam, seorang introvert. Bahkan untuk membuatnya tersenyum saja susahnya minta ampun.

“Tapi begitulah saya. Saya tak tertarik menjadi sosok yang terkenal. Saya lebih suka menghabiskan waktu luang bersama keluarga ketimbang mengomersialkan diri,” ungkap Pirlo yang mencetak 15 gol selama 37 kali membelas timnas U-21.

“Saya akan mengerjakan apa yang sekiranya perlu. Dan, saya akan memanfaatkan waktu bebas yang sesungguhnya tak banyak untuk diri saya sendiri,” katanya lagi.

Pirlo adalah a prodigy atau pemain muda bertalenta dan bermasa depan cerah. Ia diprediksi bakal melejit saat direkrut Internazionale Milan pada 1998. Kenyataannya, Pirlo justru tenggelam. Bakatnya nyaris terkubur sebelum ‘diselamatkan’ tetangga dekat, AC Milan pada 2001.

Oleh pelatih Milan Carlo Ancelotti, ia tak lagi diposisikan sebagai playmaker murni tapi di depan pemain belakang. Di situ, Pirlo berperan ‘mengarahkan’ permainan tim. Peran barunya mengantarkan Pirlo ke puncak.

Keistimewaan lain? Ia adalah spesialis free kick yang melahirkan banyak gol dari bola mati. Tak hanya itu. Bola free kick-nya selalu meluncur indah.

Bila Pirlo bersiap berlatih tendangan bebas, pemain lain akan berhenti sejenak hanya untuk merubungnya. Ada yang tak ingin melewatkan kesempatan menyaksikan keindahan Pirlo saat mengambil free kick.

Yang lain seperti Antonio Di Natale, Vincenzo Iaquinta dan Fabio Quagliarella belajar bagaimana ia melakukannya. Di Milan, Clarence Seedorf dan Kaka yang menjadi ‘murid’ Pirlo.

“Saya selalu berusaha mengajarkannya pada mereka. Seedorf dan juga Kaka berusaha menirunya. Tapi menurut Kaka tak mudah mengikuti gaya saya,” kata Pirlo yang juga mempelajari gaya free kick Juninho, gelandang Lyon.

“Ia menggunakan bagian lebih dalam di kakinya. Saya berusaha mengembangkan gaya saya sendiri,” tambahnya.

Fakta Andrea Pirlo di Piala Dunia 2006

1. Tandukan Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi lebih gampang diingat pada final Italia vs Prancis. Sedikit yang tahu bahwa Andrea Pirlo terpilih sebagai Man of the Match.

2. Pada final itu, sepak pojok Pirlo yang sempurna diselesaikan dengan baik oleh Materazzi sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

3. Saat adu penalti, Pirlo menjadi penendang pertama dan berhasil menuntaskannya.

4. Pirlo tiga kali terpilih sebagai Man of the Match dari tujuh pertandingan Italia.

5. Gol pertama Italia dicetak Pirlo saat menghadapi Ghana.

6. Di semifinal melawan Jerman, assist-nya pada perpanjangan waktu berhasil diselesaikan oleh Fabio Grosso. Gol itu mengantarkan Italia ke final. Asisst Pirlo disebut-sebut sebagai umpan terbaik di Piala Dunia 2006

Read More ..

Filippo Inzaghi Bikin Hattrick



Filippo Inzaghi Bikin Hattrick

MILAN -- Filippo Inzaghi mencetak hat-trck untuk membantu AC Milan memperkokoh kedudukan mereka di posisi ketiga klasemen sementara Liga Utama Italia, dengan kemenangan 3-0 di pertandingan kandang atas Atalanta, Minggu. Pemain pemburu gol berusia 35 tahun itu, yang jarang tampil di musim ini karena cedera, mencetak gol pembuka di menit ketujuh saat ia memanfaatkan umpan silang Marek Jankulovski.

AC Milan, yang kalah 1-2 di Sampdoria akhir pekan lalu, hampir membiarkan Atalanta bangkit kembali dalam pertandingan tersebut sebelum dua gol kembali dicetak Izaghi di babak kedua.Ia mengejar bola umpan terobosan Alexandre Pato dan melepaskan tendangan bola yang melampaui penjaga gawan sebelum menjebol gawang lawan. Segera setelah itu, ia kembali menjebol gawang lawan setelah mendapat umpan silang Gianluca Zambrotta.

David Beckham merayakan perpanjangan perjanjian pinjamnnya sampai bulan Juni dengan memainkan peranan baru di belakang pemain depan AC Milan, yang bertanding tanpa diperkuat Kaka dan Ronaldinho.The Rossineri kini menduduki posisi yang secara otomatis maju ke laga Liga Champions, seteah tim yang menduduki posisi keempat, Fiorentina dikalahkan 0-2 di kandang sendiri oleh Palermo.

Lazio menyulut harapan mereka maju ke ajang Piala UEFA setkah menang 2-0 di Napoli, berkat dua gol yang dicetak Tommaso Rocchi.Pencetak gol terbanyak Serie A, Marco Di Vaio, mencetak hat-trick kedua ada hari Minggu untuk membawa Bologna unggul 3-0 atas Sampdoria dan menambah golnya pada musim ini menjadi 19 gol.

Reggina bermain imbang 0-0 lawan Lecce, yang kini menempati posisi kedua dari posisi paling buncit.Pimpinan klasemen sementara Serie A, Inter Milan, mempertahankan keunggulan tujuh poin mereka hari sabtu, ketika juara Italia tersebut menang 2-0 di Genoa dan Juventus, yang menempati posisi kedua, mengalahkan tim sekotanya, Torino, 1-0

Read More ..

AC Milan, Italia Rasa Brasil


KEDATANGAN Ronaldinho ke AC Milan semakin menegaskan aroma Brasil di klub tersebut. Dinho akan bergabung bersama beberapa pemain Brasil yang lebih dulu mencicipi rumput San Siro. Mereka adalah Dida, Emerson, Kaka, Alexander Pato, dan pemain yang belum pernah dimainkan, Digao.

Predikat catenaccio selalu melekat di setiap permainan klub-klub Italia, tak terkecuali Milan. Namun, kehadiran pemain-pemain berteknik tinggi macam Kaka dan Ronaldinho sedikit banyak akan mengubah anggapan itu. Tanpa bermaksud memberikan dukungan makin banyak pemain asing makin baik, keberadaan pemain Brasil ini akan memberi warna lain dalam sepak bola il Diavolo.


Lihatlah aksi Kaka saat mengantar timnya juara Liga Champions 2007. Ia memang tak mencetak gol di final lawan Liverpool, tapi assist-nya kepada Inzaghi berhasil mendatangkan gol kedua pada laga yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Milan itu.


Bagaimana dengan Pato? Pemain berusia 18 tahun ini memang belum mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Carlo Ancelotti. Namun, golnya ke gawang Napoli saat menjalani debut di Milan menandakan ancaman maut ketika ia sudah matang nanti.

Ronaldinho? Semua tahu, skill individunya mengundang decak kagum penonton bola. Saat membawa Barcelona juara La Liga dan Liga Champions, ia kerap menyihir permainan timnya menjadi sebuah tontonan menarik. Naluri dan dribel bolanya indah, gocekan dan tendangan bola mati dari kakinya juga mendatangkan maut.

Asal Ronaldinho sedang in form, bek tangguh sekelas John Terry pun bakal kesulitan membendung pemain banyak akal ini. Aksinya akan menggantikan penampilan Ronaldo yang gagal memberikan kontribusi terbaiknya akibat cedera awal musim lalu.

Dengan formasi pemain 4-3-2-1 yang akan diterapkan Ancelotti musim depan, pemain-pemain tersebut dapat merajai semua lini di Milan. Dida akan menjadi kiper utama Milan jika i Rossonerri tak kunjung mendapat kiper pengganti yang lebih baik. Pemain veteran Emerson kemungkinan bakal dipercaya menemani Mathieu Flamini sebagai gelandang bertahan.

Posisi striker kedua sudah pasti milik gelanda srang Kaka. Satu tempat lagi akan menjadi milik Ronaldinho jika ia berhasil memperbaiki penampilan yang sempat jeblok musim lalu. Di depan, si muda Pato akan bersaing keras dengan seniornya, Inzaghi.

Bukan tidak mungkin trio Ka-Pa-Ro, yang pernah didengungkan di San Siro musim lalu, akan muncul kembali. Kali ini, Ka-Pa-Ro bukan lagi Kaka, Pato, dan Ronaldo, melainkan Kaka, Pato, dan Ronaldinho dengan Pato sebagai ujung tombak.

Rasanya tak terlalu berlebihan pula jika menganggap Milan adalah Brasil mini di Italia. Kecuali Inter Milan yang juga bermaterikan lima pemain tangguh asal Brasil, tiga klub papan atas Italia yakni AS Roma, Juventus, dan Fiorentina lebih banyak memakai pemain asli Italia sebagai pemain utama.

Read More ..

Profil : Kaka


Ricardo Izecson dos Santos Leite, demikian nama lengkap Kaka. Dia adalah gelandang serang andalan AC Milan. Kehebatannya bermain tidak perlu diragukan lagi. Kaka termasuk salah satu pemain terbaik di dunia.

Fakta konkret mendukung predikat tersebut. Pada tahun 2007, Kaka kebanjiran penghargaan. Dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, Pemain Terbaik Dunia versi FIFPro, Pemain Terbaik Italia dalam ajang Oscar del Calcio, sekaligus menyabet Ballon d’Or 2007 secara bersamaan.

Sukses itu tak lepas dari kiprah memesona pemain asal Brasil ini pada musim 2006-07. Kaka mengantar Milan meraih gelar juara Liga Champions. Di kompetisi itu, dia menjadi top skorer. Prestasi yang mengantarnya meraih predikat pemain terbaik Liga Champions 2006-07, sekaligus menyandang gelar penyerang terbaik.

Kaka pertama kali bergabung ke Milan pada awal musim 2003-04. Dia dibeli dari Sao Paulo seharga 8,5 dolar AS (sekitar Rp78, 2 miliar). Sebuah harga yang termasuk murah untuk pemain sehebat Kaka.

Pada musim pertamanya, Kaka langsung tampil sensasional. Dia mengantar Milan meraih scudetto berkat sumbangan 10 gol dari 30 laga di Serie-A. Sesudahnya Kaka dianugerahi gelar pemain terbaik Italia dan pemain asing terbaik Serie-A.

Musim 2004-05, Kaka tetap tampil brilian. Dia tidak terkena “sindrom musim kedua” yakni tampil buruk di musim kedua di Serie-A. Terbukti Kaka masih mencetak 7 gol dari 36 laga di Serie-A. Selain itu, dia juga mengantar Milan menembus final Liga Champions, meski kalah dari Liverpool. Pada ajang itu, Kaka terpilih sebagai midfielder terbaik.

Pada musim 2005-06, Kaka makin mempertegas kehebatannya sebagai gelandang serang yang produktif. Faktanya, dia mampu mencetak 14 gol di Serie-A. Di musim ini dia juga mencetak hat-trick pertamanya Milan dalam pertandingan melawan Chievo Verona di Serie-A (09/04/06).

Kiprah istimewa ini meyakinkan Milan untuk terus mempertahankannya. Kendati Real Madrid berminat, Milan tidak mau melepas Kaka. Hingga kini Kaka terus merumput di Milan. Dia bahkan mempertegas niatnya untuk pensiun di I Rossoneri. Salah satu impiannya yakni menjadi kapten Milan di masa depan nanti.

Read More ..

07 Maret, 2009

my first blogger blo

blog blogger pertamaku......................,. ,

Read More ..